Penanganan Pasca Panen Tanaman Kumis Kucing

pasca panen kumis kucingProduk utama dari usaha budidaya tanaman kumis kucing berupa daun segar (basah). Berikut disajikan rincian tata cara penanganan pasca panen sehingga dapat memaksimalkan manfaatnya sebagai tanaman obat tradisional untuk mengobati beberapa jenis penyakit yang diadaptasi dari beragai sumber referensi terkait dan relevan.

Penanganan Pasca Panen

Setelah proses panen atau pemetikan, maka daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung da dibawa ke tempat pengumpulan hasil. Proses penanganan pasca panen untuk mendapatkan daun kering berkualitas ekspor, ialah sebagai berikut :

  1. Penyortiran basah
    Sortasi basah dilakukan pada produksi daun segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya. Selanjutnya, produksi daun ditimbang dan disimpan dalam wadah atau karung plastik.
  2. Pencucian
    Pencucian dilakukan dalam air mengalir atau airnya disemprotkan melalui selang plastik hingga produk daun kumis kucing benar-benar bersih. Bila air bilasannya masih terlihat kotor perlu dilakukan pembilasan 1-2 kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di dalam daun kumis kucing tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri atau penyakit. Setelah pencucian selsai, tiriskan dalam tray atau wadah yang berlubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Setelah itu, simpan produk daun kumis kucing dalam wadah plastik.
  3. Pengeringan
    Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas (oven). Pengeringan daun dilakukan selama 1-2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering, namun pastikan daun tidak saling menumpuk. Selama pengeringan daun kumis kucing dibolak-balik setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi daun tersebut dari air, udara yang lembap dan dari bahan-bahan yang bisa mengontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50-60º C. Daun yang dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan alasi dengan kertas koran, serta pastikan daun kumis kucing tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, produk daun kumis kucing kering dapat ditimbang untuk mengetahui jumlah produk yang dihasilkan.
  4. Penyoritran kering
    Pada produk daun kumis kucing kering dilakukan sortasi kering dengan cara memisahkan bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Selanjutnya, timbang jumlah bahan hasil pernyoritran ini untuk menghitung rendemannya dari produk daun kumis kucing kering.
  5. Pengemasan
    Setelah bersih, daun kumis kucing kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya), dapat berupa kantong plastik atau karung. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor atau kode produksi, nama atau alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanan.
  6. Penyimpanan
    Kondisi gudang tempat penyimpanan dijaga agar tidak lembap dan suhu udara tidak melebihi 30ºC. Gudang tersebut sebaknya memiliki ventilasi yang baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang dapat menurunkan kualitas produk daun kumis kucing. Selain itu, gudang penyimpanan dilengkapi dengan penerangan yang cukup, namun hindari dari sinar matahri langsung, keadaan ruangannya bersih dan terbebas dari hama gudang.

Penanganan Pasca panen daun kumis kucing yang ditangani melalui proses pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering, pengepakan, penyimpanan dan pemeriksaan mutu disebut simplisa. Simplisa merpakan bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan, kecuali dinyatakan lain simplisa merupakan bahan yang dikeringkan. Simplisa nabati adalah simplisa yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Pemeriksaan mutu simplisa dilakukan dengan cara organoleptik, makroskopik, mikroskopik dan atau cara kimia. Simplisa dinyatakan bermutu apabila simplisa yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam buku-buku seperti Farmakope Indonesia, Farmakope Herba Indonesia dan Materia Medika.

author
Penulis: 

Posting Terkait "Penanganan Pasca Panen Tanaman Kumis Kucing"

Manfaat Tanaman Pepaya Bagi Kesahatan
Pepaya merupakan tanaman obat yang telah lama
Khasiat Kumis Kucing Bagi Kesehatan
Kumis kucing merupakan salah satu tanaman obat
Dahsyatnya Khasiat Daun Kemangi Bagi Kesehatan
Daun kemangi atau yang dikenal juga dengan
Cocor Bebek : Ciri-CIri, Kandungan dan Manfaatnya
Cocor bebek juga dikenal dengan nama suru

Tinggalkan pesan "Penanganan Pasca Panen Tanaman Kumis Kucing"