taman obatTeknik penanaman tanaman obat keluarga secara umum hampir sama dengan cara-cara penanaman tanaman pada umumnya, namun masih banyak perbedaan secara khusus. Hal ini disebabkan karena banyaknya jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat disamping beraneka ragamnya cara bercocok tanam yang digunakan. Kurangnya data agronomis tanaman obat merupakan salah satu kendala bagi masyarakat untuk mulai mengusahakan penanaman tanaman obat secara benar dan baik. Maka untuk menghadapi hal tersebut perlu adanya informasi yang benar tentang cara-cara bercocok tanam tanaman obat yang baik dan benar sehingga nantinya dapat berdaya guna dan berhasil guna.

Pengelompokkan Jenis Tanaman Obat

Jenis tanaman yang telah terbukti berkhasiat obat di Indonesia sangatlah banyak jumlahnya. Terdapat tidak kurang dari 3000 jenis tanaman dan yang telah diteliti mengenai khasiatnya tidak kurang dari 800 tanaman.

Mengingat sedemikian banyaknya tanaman yang berkhasiat obat, maka tidak mungkin secara mendalam masalah teknik penanamannya dibahas satu per satu. Untuk memudahkannya tanaman-tanaman tadi dikelompokkan menjadi jenis tanaman obat sebagai berikut :

  1. Pengelompokkan berdasarkan bagian tanaman yang digunakan untuk obat (akar, rimpang, umbi/umbi lapis, herba, daun, bunga, buah/biji, pati, minyak, getah, damar, kulit batang dan kayu).
  2. Berdasarkan kegunaannya, tanaman obat yang hanya dikenal kegunaannya sebagai bahan baku obat saja dan tanaman yang juga dikenal kegunaannya untuk keperluan lain misalnya tanaman pangan, hortikultura, tanaman rempah, tanaman industri dan tanaman hias.
  3. Berdasarkan pola tanaman obat yang sudah dibudidayakan dan tanaman obat yang belum dibudidayakan.
  4. Menurut cara perkembangbiakannya
    a. Tanaman yang hanya bisa diperbanyak dengan satu cara seperti dengan benih, umbi/rimpang, setek, cangkok atau dengan anakan saja.
    b. Tanaman yang bisa diperbanyak lebih dari satu cara, misalnya bisa dengan benih dan setek, benih dan rimpang/umbi, setek dan anakan, benih dan cangkok atau cangkok dan setek.

Teknik penanaman obat yang akan dibahas disini khusus cara penanaman di lahan kering baik di tanah maupun di pot dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan.

Pengolahan Tanah/Penyiapan Media Tanam

Tujuan pengolahan tanah/penyiapan media pada umumnya adalah :

  1. Menyiapkan tempat tumbuh yang serasi untuk benih atau bibit, yaitu yang cukup gembur dan serasi antara unsur air dan udara dalam tanah,
  2. Menghindarkan terjadinya persaingan antara tanaman obat dengan gulma (tanaman pengganggu).
  3. Memperbaiki sifat fisik tanah sebab dengan diolahnya tanah permukaan akan menjadi lebih besar karena adanya butiran-butiran tanah yang lebih kecil disamping dapat mengurangi adanya zat-zat yang bersifat racun bagi tanaman.

Rongga antar butiran tanah dapat berisi udara dan molekul air yang ikatannya masih memungkinkan untuk diserap tanaman, sekaligus dapat membantu meningkatkan aktifitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

Dalam pengolahan tanah/penyiapan media tercakup usaha-usaha : menghilangkan gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya, membalik dan menggemburkan tanah, meratakan, membuat lubang tanam, membuat saluran drainase serta pemberian mulsa.

Untuk tanaman yang ditanam di lahan pengolahan tanah dilakukan paling tidak 1-2 minggu sebelum tanam, tetapi tanaman yang ditanam di pot penyiapan medianya dapat dilakukan sesaat menjelang tanam. Namun mengingat bahwa media dalam pot sangat terbatas maka untuk menjaga kesuburan tanahnya penyiapan media untuk pot perlu dicampur dengan pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan tanah : pasir : pupuk kandang 3 : 1 : 1.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan tanah/penyiapan media adalah :

  • Untuk tanaman obat yang dipanen akar, umbi atau rimpangnya (misalnya wortel) hendaknya pengolahan tanah cukup dalam (25 – 30) agar perakarannya dan pembentukan umbi/rimpang dapat tumbuh dengan baik.
  • Pengolahan tanah/penyiapan media untuk tanaman berbentuk pohon (misalnya jambu bji) biasanya cukup dengan embuat lubang tanam yang cukup dalam saja namun diusahakan tanah galian bagian atas tidak tercampur dengan tanah galian bagian bawah.b
  • Untuk tanaman obat yang perawakannya kecil atau yang dipanen untuk diambil minyaknya (misalnya daun permen) usahakan tanah diolah seintensif mungkin agar tidak banyak gulma yang tersisa yang dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman.
  • Pengolahan tanah/penyiapan media seperti pembuatan gulutan dan saluran dilakukan untuk menghindarkan tanamn dari genangan air selama musim hujan.

Pembibitan Tanaman Obat

Mengingat banyaknya jenis tanaman obat serta kemungkinan cara dan macamnya bahan tanam yang dapat digunakan sebagai tanaman, maka tkenik pembibitan yang baku secara rinci juga sulit dilakukan. Namun demikian membahas masalah penyedaan bahan tanam tanpa mengungkapkan teknik pembibitan yang mungkin bisa dilakukan rasanya juga kurang tepat, karena teknik pembiitan akan menentukan cara penyediaan bibit yang dibutuhkan.

Dikutip dari Wikipedia, bibit berarti bakal tumbuhan atau tanaman yang berasal dari benih yang berkecambah atau bahan tanam lain (stek, cangkok, rimpang dsb) atau yang muncul dan berkembang dari benih yang apabila keadaan lingkungan memungkinkan akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Teknik pembibitan meliputi penyemaian/pembibitan, penyetekan, pencangkokan, penyambungan dan penunasan (untuk rimpang). Yang dimaksud dengan pembibitan atau penyemaian adalah menanam benih atau bibit dipembibitan/penyemaian dengan tujuan agar dapat dilakukan pengaturan lingkungan yang tepat selama tahap perkecambahan yang gawat di awal pertumbuhan. Tujuan lain dari penyemaian yaitu untuk menghemat waktu selama menunggu saat yang tepat untuk menanam (terutama untuk daerah yang kekurangan air di musim kemarau). Benih/bibit disemai lebih dulu sehingga pada waktu tanam bibit sudah siap tanam.

Persemaian/pembibitan dapat dilakukan di lahan (tanah) atau bisa juga dilakukan dalam kantung-kantung plastik, keranjang bibit atau bumbungan dari gedebog pisang yang sebelumnya telah diisi media campuran tanah dan pupuk kandang. Selama pembibitan juga perlu dilakukan perawatan seperti penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama. Temu-temuan seperti berbagai jenis kencur, kunyit,  temulawak, dan sebagainya yang diperbanyak dengan rimpang sebelum ditanam umumnya ditunaskan lebih dahulu dengan cara disimpan di tempat yang lembap dan agak gelap selama 1 – 2 bulan. Rimpang yang bertunas kemudian dipotong-potong dan setiap potongan memiliki paling sedikit satu tunas baru ditanam.

Untuk tanaman yang diperbanyak dengan biji yang perlu diperhatikan yaitu bila kulit bijinya cukup tebal dan keras. Untuk mempercepat berkecambahnya bisa dilakukan pengampelasan lebih dulu sehingga kuitnya menjadi lebih tipis. Untuk tanaman tanaman obat yang diperbanyak dengan anakan/membelah anakan umumnya tidak memerlukan teknik pembibitan sebab sobekan anakan tadi bisa langsung ditanam.

Penanaman Tanaman Obat

penanaman tanamanTanaman Obat Keluarga (TOGA) penanamannya lebih diarahkan untuk pemanfaatan halaman/pekarangan rumah atau lingkungan pemukiman dalam bentuk pertamanan (Taman Obat Keluarga), sehingga dapat menambah keindahan lingkungan pemukiman. Oleh karena itu penanaman TOGA secara umum dapat dibedakan menjadi :

  • Penanaman TOGA di lahan atau tanah
  • Penanaman TOGA di pot atau bukan di tanah.

Untuk penanaman TOGA yang dilakukan di lahan, hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya :

  1. Saat tanam, sebaiknya dilakukan di awal musim hujan terutama untuk daerah-daerah yang kekurangan/kesulitan air di musim kemarau.
  2. Penanaman dapat dilakukan dalam bentuk tunggal (sendiri-sendiri) dapat juga ditanam secara berkelompok / bergerombol. Tergantung dari besar kecilnya tanaman maupun bentuk taman yang ingin diperoleh.
  3. Bibit yang mudah layu dan mati karena terik matahari saat ditanam di lahan, sebaiknya ditanam pada saat sore hari dan diberi naungan sementara dengan tudung dari gedebog pisang atau kalau perlu daun bibit tadi dikurangi atau dipotong sebagian untuk mengurangi penguapan.

Sedangkan untuk penanaman TOGA dalam pot, sebelum Tanaman obat ditanam perlu disiapkan media untuk pot yang biasanya berupa campuran antara tanah : pasir : pupuk kandang (3 : 1 : 1) setelah itu media dibasahi / disiram secukupnya (jangan terlalu basah) baru setelah itu bibit ditanam. Setelah bibit ditanam pot dapat ditata sendiri-sendiri atau secara berkelompok / grup dengan memperhatikan segi keindahannya baik dari komposisi warna maupun bentuknya.

Pemeliharaan

Mengingat bahwa Tanaman Obat Keluarga selain ditanam untuk tujuan mendukung kesehatan keluarga tetapi juga untuk tujuan memperindah lingkungan pemukiman, maka dalam pemeliharaan / perawatan yang perlu diperhatikan adalah mempertahankan keindahannya. Karena itu pemeliharaan yang dilakukan lebih ditujukan untuk mempertahankan penampilan tanaman yang sehat dan indah.

Pemeliharaan meliputi :

  • Penyiraman
    Dilakukan untuk mempertahankan kelembapan tanah agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Yang perlu diperhatikan dalam penyiraman tanaman jangan sampai tergenangi air.
  • Pemupukan
    Dilakukan apabila dianggap perlu untuk menambah unsur hara (zat makanan) yang dibutuhkan oleh tanaman. Untuk TOGA pemupukan umumnya cukup dengan menggunakan pupuk kandang. Pupuk kandang yang ditambahkan sangat berbeda antara tanaman yang ditanam dilahan dengan tanaman yang ditanam di pot. Untuk tanaman yang di lahan dapat diberi pupuk kandang sebanyak 2,5 – 5 kg/m³, tetapi untuk tanaman di pot cukup diberi pupuk kandang saat menyiapkan media. Pupuk buatan diberikan apabila dianggap perlu dan yang biasa digunakan adalah UREA/ZA, TSP dan KCl.
  • Penyiangan
    Dilakukan apabila sudah mulai terdapat adanya gulma/tanaman pengganggu. Pada saat melakukan penyiangan sekaligus dilakukan penggemburan tanah agar memberikan kondisi media cukup gembur dan memberikan ruang tumbuh yang baik untuk perakaran.
  • Pengendalian hama dan penyakit
    Mengingat bahwa tanaman obat keluarga nantinya akan digunakan untuk tujuan pengobatan, maka dalam mengendalikan hama dan penyakit yang mengganggu kalau tidak terpaksa jangan menggunakan bahan-bahan kimia (pestisida) tetapi seyogyanya digunakan bahan-bahan organik (misalnya dari tembakau). Salah hama penting yang sering mengganggu budidaya tanaman obat diantaranya adalah burung kacer, belalang, burung hantu dan kumbang.
  • Pemangkasan
    Pemangkasan kadang kala perlu dilakukan untuk mempertahankan keindahan bentuk dari tanaman yang ada sekaligus membuang/mengurangi bagian-bagian tanaman yang mati atau rusak.

Panen

Jenis tanaman obatHasil panen dari Tanaman Obat Keluarga berbeda-beda sesuai dengan bagian tanaman yang akan dimanfaatkan sebagai bahan obat. Karena itu baik saat maupun cara panen juga berbeda antara satu tanaman dengan tanaman yang lain. Untuk tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat dari bagian yang ada di atas tanah, misalnya daun, bunga, buah/biji ataupun cabang sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau kalau terpaksa pada sore hari dengan memetik atau memangkas bagian yang akan digunakan. Apabila yang dipanen adalah seluruh tanaman (herba), akar, umbi atau rimpang maka perlu dilakukan pencabutan atau pembongkaran tanaman, baru setelah itu dipanen bagian yang dibutuhkan (akar, rimpang, umbi/umbi lapis dll).

Baca Juga×